Sebuah Pilihan

By lieswa - 14.11


Tanpa kita sadari, setiap detik kehidupan kita ini penuh dengan pilihan-pilihan.
Saat pagi hari setelah sholat Subuh, memilih untuk melanjutkan aktivitas ataukah tidur kembali?
Memilih untuk memakai baju A ato B
Memilih untuk sarapan dengan nasi atau roti?
Memilih untuk datang tepat waktu atau terlambat?
Memilih untuk menebar senyum kepada orang-orang yang ditemui atau bersikap sok acuh?
Memilih untuk berlibur ke luar negri atau menghabiskan waktu di kampung halaman bersama orang tua tercinta.
Dan pilihan-pilihan lain yang tentu tak pernah lepas dari keseharian kita.
Pilihan saat ini juga, jangka pendek atau jangka panjang.

Ada 2 pilihan yang bisa kita ambil. Pilihan untuk berkata YES dan NO.
Apakah kita akan berkata YES? Atau NO? Untuk sebuah pilihan menulis misalnya.
Saat kita berkata YES, secara otomatis otak akan mulai berfikir untuk mulai dari mana dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk selanjutnya take action.
Apakah ada pilihan ragu-ragu? NO!
Ragu-ragu hanyalah sebagai bentuk penundaan, mengulur waktu hingga kita memutuskan YES atau NO.
Bahkan ada hadits yang mengatakan untuk meninggalkan keragu-raguan lo.

Nah sebelum mengambil sebuah keputusan, tentu ada hal-hal yang menjadi pertimbangan kita.
Baik buruknya, untung ruginya.
Namun tahukah Anda bahwa kita, khususnya saya, seringkali tidak sadar, baik buruk, untung rugi nya itu menurut siapa?
Menurut pandangan kita? keluarga kita? saudara kita? teman dekat kita? Atau coach kita sekalipun?
Bukan, bukan menurut pandangan kita maupun pandangan orang lain.
Baik buruk, untung rugi, akan tepat jika kita lihat dari sudut pandang akhirat.
Apakah akan baik untuk akhirat saya?
Apakah akan bermanfaat untuk akhirat saya?
Apakah Allah Ridha?

Ya, pertanyaan ini seharusnya menjadi pertanyaan utama sebagai acuan kita mengambil keputusan apapun, termasuk keputusan untuk kembali menulis, diawali dengan membuat tulisan ini, semoga Allah meridhai :-)






  • Share:

You Might Also Like

0 komentar